

Sebelum kita masuk ke review Filmnya, mari kita main tebak-tebak buah manggis dulu, kenapa cowo bule hensem ini saya posting di sini?
Hohoho, setelah Daniel Henney dan Dennis Oh dua aktor blasteran Korea-Amerika sukses dikenal dan membintangi sejumlah drama dan film Korea, satu lagi aktor muda pendatang baru yang lahir dari campuran darah Korea dan Amerika (wah, Korea makin lama makin terbuka sama orang-orang Korea berdarah campuran), Ricky Lee Neely atau biasa di kenal Ricky Kim, cowo ganteng kelahiran 27 tahun yang lalu ini kiprahnya memang belum sebanyak dua aktor tampan blasteran yang disebut di atas, tapi jangan salah, kemampuan berbahasa Koreanya jauhh mengungguli 2 dua aktor tadi, kita bisa membuktikannya dengan menonton film terbarunya berjudul My Darling FBI.
DVDnya ga’ sengaja saya temuin bersama Sad Dream (yang akan saya review next). Penasaran juga lihat covernya ada aktor blasteran Korea baru jadi lead actornya.
Ceritanya sendiri dimulai ketika Mimi (Kim Gyoo Ri) yang bersekolah dan bekerja di kedubes Korea untuk Amerika menjalin hubungan asmara dengan orang Amerika yang bernama Albert. Sebenarnya Albert ini memiliki darah Korea, tapi sudah lama tinggal di Amerika. Rahasia besar yang selama ini disembunyikan Albert terhadap Mimi adalah pekerjaannya, karena dia adalah seorang agent. Bukan agent Koran ataupun agent minyak tanah seperti di indonesia, tapi agent FBI yang notabene tidak bisa sembarangan mengumbar status pekerjaannya pada orang-orang.
Puncaknya terjadi ketika Mimi sukses dikecewakan Albert karena pria itu tidak menepati janjinya untuk datang pada malam kencan mereka. Apalagi setelah hari itu Albert serasa hilang ditelan bumi, dan kekecewaan Mimi bertambah ketika Mimi mendapati bahwa selama ini Albert selalu berbohong tentang pekerjaannya. Akibat desakan orang tua ditambah Visa tinggalnya yang sebentar lagi expired, Mimi akhirnya memutuskan untuk pulang ke Korea, mencoba melupakan Albert.
Beberapa minggu kemudian, Albert yang selesai melalukan misi rahasianya untuk FBI mendapati Mimi telah meninggalkan Amerika dan pulang ke Korea. Tanpa banyak berfikir akhirnya Albert menyusul Mimi di Korea. Ternyata Mimi masih tinggal di desa adat terpencil dan orang tuanya adalah kepala kampung desa tersebut. Konflik awal terjadi ketika Mimi yang masih kecewa berat terhadap Albert berupaya menyangkal hubungan mereka di hadapan orang tuanya, dan cerita makin bertambah runyam ketika desa tersebut tenyata telah menjadi sasaran mafia untuk di kembangkan dan memaksa warga untuk menjual tanah mereka kepada mafia tersebut. Continue reading →